Juni 2013 - Si Gerus
Berita Si Gerus :

198 Duta Sanitasi 2013 Praktek Kerja Lapangan di Desa Tanjung Pasir

Written By sigerus on Sabtu, 29 Juni 2013 | 29.6.13


Setelah mendapatkan materi tentang sosialisasi dan penyuluhan, 198 Duta Sanitasi 2013 melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Desa Tanjung Pasir, Tangerang Banten, Sabtu (29/6). Desa Tanjung Pasir merupakan daerah pesisir pantai yang kondisi sanitasi dan lingkungannya masih buruk. PKL ini merupakan rangkaian dari acara Jambore Sanitasi Nasional 2013.

Tiba di lokasi, para duta mendapatkan arahan sebentar dari perwakilan SIKIB Ibu Lies Djoko Kirmanto tentang Desa Tanjung Pasir. Setelah mendapat arahan, para duta sanitasi ini kemudian dibagi dalam 20 kelompok untuk menyebar melakukan survey dan penyuluhan.

Dalam arahannya yang bertempat di Ruang Serba Guna Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darul Muminin, Ibu Lies menjelaskan bahwa Desa Tanjung Pasir ini merupakan salah satu Desa binaan dari SIKIB. Ia manambahkan, SIKIB dan beberapa instansi Kementerian telah memberi bantuan sarana dan prasarana sanitasi baik berupa toilet, MCK maupun tempat sampah, namun belum dimanfaatkan dengan maksimal.

“kehadiran kalian di desa ini saya harap sedikit banyak memberikan informasi tentang sanitasi kepada masyarakat disini. Saatnya sekarang kalian mempraktekan teori yang telah didapat,” kata Ibu Lies Djoko Kirmanto. Turut mendampingi dalam kunjungan lapangan tersebut, Direktur PAM, PLP dan Bangkim Ditjen Cipta Karya.

Anak-anak tampak antusias dalam PKL ini. Dalam setiap kelompok ada yang betugas melakukan data dan survey, sosial maping, melakukan analisis masalah dan juga membuat Diagram Venn.

Ketika ditanya tentang hasil yang didapat, banyak peserta yang prihatin atas kondisi masyarakat di Tanjung Pasir. Menurut Anindita, Duta asal Sumut, masyarakat masih belum tahun tentang Sanitasi dan 3R. “Mereka masih membuang sampah langsung ke laut, dan belum tahun pentingnya sanitasi,” katanya.

Varrel Vendira peserta asal Riau, melihat drainase dan sampah di Desa Tanjung Pasir masih menjadi kendala. “Drainasenya mampet, hitam dan bau. Sampah juga tidak ada yang mengambil dari dinas setempat, akhirnya mereka buang ke laut,” kata Varrel.

Setelah selesai survey dan wawancara dengan warga, para duta ini membuat analisa dan solusi untuk kemudian presentasi dan penyuluhan kepada masyarakat dan kepada desa setempat.

H. Arun Kepala Desa Tanjung Pasir menilai program-program yang dipresentasikan para duta sanitasi ini cukup bagus. “Paling tidak mengingatkan saya selaku kepala desa. Namun memang anggaran disini kurang didukung oleh pemerintah,” kata Arun.

Tidak hanya kepala Desa, penyuluhan juga diberikan kepada warga. Ibu Akum mengaku baru tahun tentang apa itu 3R. “Tadi dikasih penyuluhan tentang nilai ekonomis sampah. Kalau memang ada yang membeli saya sih mau saja,” kata Ibu Akum. Di akhir PKL tersebut, para Duta Sanitasi kemudian melakukan presentasi hasil PKLnya kepada Dewan Juri tentang hasil PKL nya untuk kemudian dipilih lima besar terbaik dari 10 kelompok. (dvt)

http://www.pu.go.id/site/view/6

Rangkaian Jambore Sanitasi 2013 Resmi Ditutup










Rangkaian acara Jambore Sanitasi 2013 yang berlangsung selama seminggu dari tanggal 24-30 Juni 2013 resmi ditutup oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, Sabtu malam (30/6). Hadir dalam kesempatan tersebut Dirjen Cipta Karya Imam Ernawi, perwakilan SIKIB oleh Ibu Lies Djoko Kirmanto dan para pejabat eselon II di Ditjen Cipta Karya.


Wamen PU Hermanto Dardak mengatakan, pemilihan Duta Sanitasi 2013 ini bukan hanya sebagai ajang kompetisi namun yang penting sebagai jejaring komunikasi terutama tentang sanitasi. Ia berharap kepada para duta sanitasi agar mengkomunikasikan pensan sanitasi maupun air minum dengan baik.

“Kalian adalah garda terdepan dalam kepemimpinan dan juga untuk meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia kedepan. Semoga apa yang diperoleh bisa ditularkan kepada semuanya,” kata Dardak.

Dalam malam penutupan tersebut, Wamen PU secara simbolik memberikan slempang Duta Sanitasi, dengan begitu 198 peserta resmi dikukuhkan sebagai Duta Sanitasi 2013. Duta Sanitasi Nasional 2013 Bella Puspita mewakili teman-temannya, mengatakan siap untuk menjalankan tugas menjadi duta sanitasi nasional. Ia juga menyatakan rasa terima kasih dan senang selama mengikuti acara Jambore Sanitasi 2013 ini.

“Saya mewakili teman-teman akan menjalakan tugas sebagai duta sanitasi baik di lingkungan sekolah, masyarakat dan rumah. Saya akan mengajak seluruh komponen masyarakat untuk peduli sanitasi dan air minum,” kata Bella.

Dalam malam penutupan tersebut, juga diumumkan pula pemenang lomba pantun yang diadakan oleh Asosiasi Toilet Indonesia, Lomba slogan dari Kementerian Kesehatan, Lomba Presentasi dalam PKL terbaik, 15 karya poster dan karya tulis favorit. Tak lupa juga ada persembahan pentas seni dari Provinsi Benkulu, Bali dan Sulawesi Selatan yang merupakan tiga terbaik yang dipilih oleh para peserta selama malam pentas seni Jambore Sanitas 2013.

Di akhir acara, peserta Duta Sanitasi 2013 mendapatkan kejutan menarik yaitu dengan tampilnya bintang tamu yang merupakan pemenang ajang musik X Factor Fatin Shidqia Lubis. Sebanyak empat lagu dibawakan Fatin termasuk lagu berjudul Grenade yang membuat namanya terkenal. Para Duta Sanitasi pun diberi kesempatan untuk berfoto bersama. (dvt)

http://www.pu.go.id/site/view/6

Ibu Negara Kukuhkan Duta Sanitasi Nasional 2013 di Istana

Written By sigerus on Jumat, 28 Juni 2013 | 28.6.13


Ibu Negara Ani Yudhoyono didampingi Ibu Herawati Boediono dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto serta Ketua SIKIB Ratna Djoko Suyanto mengukuhkan pemenang Duta Sanitasi Nasional 2013 di Istana Negara, Jumat pagi (28/6). Acara tersebut merupakan puncak dari rangkaian Jambore Sanitasi 2013 yang diselenggarakan oleh Ditjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum.

Bella Puspita asal Provinsi Jawa Timur berhasil menjadi Duta Sanitasi Nasional 2013. Diikuti oleh Yogeswari Sista juga dari Jawa Timur sebagai juara II, Aisah Anindita dari Sumut sebagai juara III. Sementara juara Harapan I oleh Natania Vira dari Jawa Tengah dan Aurelia Christania asal DKI Jakarta sebagai juara Harapan II. Pengumuman pemenang tersebut dibacakan oleh Dirjen Cipta Karya Imam Ernawi..

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Menteri Lingkungan Hidup Bert Kambuaya, Wamen PU Hermanto Dardak, pengurus solidaritas istri kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) dan pejabat di lingkungan Ditjen Cipta Karya..

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dalam sambutannya menyampaikan tujuan jambore adalah meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap sanitasi untuk mempercepat perubahan melalui kampanye lewat anak-anak..

"Disiapkan duta-duta sanitasi tingkat provinsi dan nasional yang akan menyampaikan sosialisasi mengenai sanitasi baik di sekolah maupun lingkungannya. Jika anak-anak yang menyampaikan kampanye peduli sanitasi akan lebih didengar " kata Djoko. Sementara itu, Ibu Negara Ani Yudhoyono memandang saat ini di sejumlah kalangan masyarakat Indonesia kesadaran memiliki sanitasi yang masih baik relatif masih kurang. Menurutnya, dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini 248 juta jiwa dan kesadaran sanitasi masih kurang di sejumlah kalangan, ini dapat menjadi hal yang sangat serius bagi Indonesia dalam upaya Ibu Negara berpesan agar para Duta Sanitasi terus melakukan penyuluhan ke daerah masing-masing. “Kalian bisa memberi penyuluhan kepada para pejabat daerah seperti camat, lurah bahkan bupati,” kata Ani kepada para Duta Sanitasi yang hadir. Kunjungan ke Kemendikbud.

Dari kunjungan ke Istana Negara, Para Duta Sanitas dan rombongan juga berkunjung ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Rombongan Duta Sanitasi ini diterima langsung oleh Menteri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh. Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Dirjen Cipta Karya Imam Ernawi dan Direktur PPLP Djoko Mursito. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nuh mengaku sangat bangga dan senang dengan para Duta Sanitasi Nasional 2013. Dalam kesempatan itu ia berdialog dengan para duta dan berpesan kepada para Duta Sanitasi untuk menjad duta-duta, baik di sekolah, masyarakat dan keluarga..

“Teruskan tugas kalian, kembangkan, ajak yang lain semakin sadar dan terus berjuang dan semoga sukses,” pesan M. Nuh. (dvt)
http://www.pu.go.id/site/view/6

Para Duta Sanitasi 2013 Belajar Tentang ke Cipta Karya-an

Written By sigerus on Kamis, 27 Juni 2013 | 27.6.13

Tidak hanya belajar tentang sanitasi, para Duta Sanitasi 2013 juga mendapatkan materi tentang ke Cipta Karya-an pada acara workhop hari ke-4 acara Jambore Sanitasi 2013 di Ancol, Kamis (27/6). Bertindak sebagai moderator dalam workshop tersebut mantan Direktur PLP Ditjen Cipta Karya Syukrul Amien dan Susmono.

Narasumber dan materi yang diberikan antara lain; Direktur Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karya Danny Sutjiono tentang air minum, Rogydesa dari Dit. PBL Cipta Karya tentang bangunan gedung dan Septina Rachmawati tentang permukiman berkelanjutan.

Selain itu, workshop tersebut juga mengundang narasumber dari luar yaitu, Budi S dari Dit. Penyehatan Lingkungan Kemenkes tentang kesehatan lingkungan, Joni Hermana guru besar dari ITS tentang perlindungan air baku dan Enny Herawati dari Asosiasi Toilet Indonesia.

Rogydesa dalam kesempatan itu memberikan pengetahuan tentang pentingnya bangunan gedung yang handal. Bangunan gedung yang handal, kata dia, tidak hanya yang kokoh tapi juga sesuai dengan peruntukannya. Ia menambahkan, ciri bangunan yang handal adalah telah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Bangunan yang dekat dengan sungai kurang tepat peruntukannya. Karena air limbah yang dihasilkan dapat mencemari sungai sehingga sanitasi menjadi buruk," jelas Yogi panggilan akrabnya.

Narasmber lainnya, Septina Rachmawati menjelaskan tentang permukiman sehat, layak huni dan berkelanjutan. Menurutnya, ada tiga upaya untuk mewujudkannya, baik dari aspek ekonomi, sosial maupun lingkungan.

Dalam bidang ekonomi dapat dilakukan dengan peningkatan pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi lokal. Di bidang lingkungan dapat dilakukan dengan pembangunan berbasis tata ruang dan daya dukung lingkungan.

Sementara dari sisi sosial, dapat dilakukan dengan peran serta masyarakat dalam setiap proses pembangunan. "Dari sisi sosial inilah diharapkan peran para duta sanitasi untuk membantu mensukseskan pembangunan," kata Septina.

Dalam workhsop ke II, Direktur PAM Danny Sutjiono berharap para duta sanitasi dapat menghemat air. Karena dengan hemat air, menurut Danny, berarti kita berbagi kepada sesama.

Untuk mempraktekkan langsung perilaku hemat air, dalam kesempatan itu, ia melakukan simulasi kepada para peserta dengan aplikasi hemat air. Dari situ terlihat ada yang masuk kategori merah, hijau, maupun kuning.

“Mari kita mulai hemat air dari sekarang, mulai dari diri sendiri,” himbau Danny kepada para peserta. Para duta sanitasi tampak sangat antusias, hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Untuk memeriahkan workshop, panitia memberikan hadiah menarik bagi para penanya. (dvt)


Aksi 2500 Anak Menggunakan Topi Daur Ulang Masuk Rekor Muri dan Dunia

Aksi 2500 anak SD dan SMP se Jakarta menggunakan topi daur ulang yang diselenggarakan dalam rangka Gema Indonesia Peduli Sanitasi (GIPS) yang diadakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) di Eco Park Ancol pagi ini, Rabu (26/6), masuk rekor Muri (Museum Rekor Dunia Indonesia). Pemecahan rekor Muri tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Jambore Sanitasi Nasional 2013.

Penyerahan piagam rekor penggunaan topi daur ulang terbanyak tersebut, oleh Pendiri MURI Jaya Suprana kepada Menteria Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Ketua SIKIB Ratna Djoko Suyanto. Turut hadir pula dalam acara itu Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Dirjen Cipta Karya Imam Ernawi dan juga para anggota SIKIB.

Menurut Jaya, kegiatan ini masuk rekor
Muri dan rekor dunia dan merupakan acara Kementerian pertama yang berhasil masuk dalam rekor Muri. Sebelumnya, Jaya tidak percaya kalau topi yang ia kenakan terbuat dari bahan daur ulang.

“Saya tadi sempat melihat detail topi ini, setelah saya lihat-lihat ternyata memang terbuat dari koran bekas. Ini merupakan prestasi luar biasa bagi kalian semua, karena tidak hanya masuk rekor Indonesia tapi juga rekor dunia,” kata Jaya dihadapan ribuan anak-anak SD dan SMP se Jakarta.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto sangat bangga terhadap prestasi anak-anak dalam pemecahan rekor
Muri pagi itu. Dalam kesempatan itu, ia menghibau kepada seluruh anak-anak untuk terus mengkampanyekan sanitasi.

Djoko menyakini, apabila anak-anak Indonesia yang hadir disini dapat menjadi contoh bagi anak-anak lain di Indonesia, dan bahkan memberikan contoh kepada orang-orang yang lebih tua untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Prestasi ini adalah buat kalian semua, mari kita galakkan peduli sanitasi supaya cita-cita menuju Indonesia bersih dan sehat semakin cepat diwujudkan,” seru Djoko Kirmanto dihadapan ribuan anak-anak.

Acara GIPS tersebut diawali dengan pemukulan genderang oleh Menteri PU, Dirjen Cipta Karya, Menteri Kesehatan dan juga perwakilan SIKIB. Acara kemudian dilanjutkan dengan aksi 2500 anak-anak menggunakan topi daur ulang dalam orkestra gerak dan lagu yang diiringi oleh musisi Nugie yang sekaligus masuk dalam rekor Muri. Alat-alat yang digunkan dalam orkestra tesebut terbuat dari plastik bekas, tong bekas dan juga barang bekas lainnya. (dvt)

sumber : http://www.pu.go.id

Keberhasilan Program Sanitasi Ditentukan Perubahan Perilaku

Written By sigerus on Rabu, 26 Juni 2013 | 26.6.13

Selain infrastruktur, faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan program-program sanitasi pemerintah adalah berubahnya perilaku masyarakat menjadi peduli sanitasi dan berperilaku hidup sehat dan bersih. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto saat konferens pers Gema Indonesia Peduli Sanitasi 2013, yang dilaksanakan di Eco Park Ancol dan merupakan salah satu rangkaian Jambore Sanitasai 2013.

“Berbagai upaya peningkatan infrastruktur sanitasi, yaitu persampahan, air limbah dan drainase, sebenarnya sudah banyak dilakukan baik oleh pemerintah, swasta maupun masyarakat, namun akan tidak ada artinya, apabila tanpa diimbangi dengan perubahan perilaku masyarakat untuk melaksanakan pola hidup bersih dan sehat,” tutur Djoko Kirmanto.

Djoko yakin, target MDG’s untuk akses aman sanitasi sebesar 62,41 persen dapat tercapai di tahun 2015, apabila masyarakat berbagai lapisan bahu membahu dan bekerja keras untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Saya juga yakin, apabila anak-anak Indonesia yang hadir disini sebanyak kurang lebih 2000 orang dapat menjadi contoh bagi anak-anak lain di Indonesia, dan bahkan memberikan contoh kepada orang-orang yang lebih tua untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, maka cita-cita menuju Indonesia bersih dan sehat dapat semakin cepat diwujudkan,” tambah Djoko dihadapan para peserta Jambore Sanitasi.

Senada dengan Menteri PU, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan kementerian Kesehatan Tjandra Yoga A. mengatakan bahwa dari program sanitasi yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan, faktor perilaku masyarakat lah yang memegang peranan penting.

Yoga mengemukakan program Sanitasi dari Kementerian Kesehatan adalah Stop buang Air Besar Sembarangan (BABS), cuci tangan memakai sabun, pengolahan makanan dan minuman dalam rumah tangga, pengolahan limbah cair dan pengolahan limbah padat. “Infrastruktur tentu penting, tetapi perilaku masyarakat juga sama penting,” tutur Yoga.

Sementara itu, Menteri PU mengatakan bahwa saat ini Kementerian PU untuk kawasan DKI Jakarta sedang membangun proyek Sistem Pengelolaan Limbah Cair Terpusat.

“Itu sewerage Jakarta itu, namanya adalah sanitasi terpusat, artinya dari wc itu dipompa dan masuk ke pengolahan yang lebih besar. Ini membawa kotoran untuk diolah di penampungan, ini diterapkan di Jakarta dimulai dari kompleks dan perumahan, kita rencananya semua harus terpusat,” tambah Menteri PU. Djoko mengatakan bahwa program tersebut akan membagi menjadi 15 zona pelayanan berdasarkan kondisi geografisnya. (nrm)


sumber : http://www.pu.go.id



Dirjen Cipta Karya Berikan Semangat Kepada Para Duta Sanitasi 2013

Written By sigerus on Selasa, 25 Juni 2013 | 25.6.13

Dirjen Cipta Karya Imam Ernawi bersama dengan Duta Sanitasi Nasional 2012 Illona Beatrix Hendrata dan juga dari perwakilan SIKIB memberikan semangat kepada para peserta Duta Sanitasi 2013 di hari pertama acara Jambore Sanitasi 2013 di Ancol Jakarta, Senin (24/6). Acara tersebut dikemas dalam talkshow, dimana hadir juga perwakilan dari Bappenas, Kementerian Kesehatan dan dari Kemendikbud.

Dirjen Imam Ernawi menyebut para duta sanitasi ini sebagai konektor (penghubung) dalam rangka mengubah perilaku masyarakat untuk peduli akan sanitasi. Ia berharap, para duta sanitasi tidak hanya menjadi duta sanitasi dalam setahun ini saja melainkan selamanya.

“Duta sanitasi itu tidak tahunan, sekali menjadi duta maka seumur hidup merupakan duta sanitasi,” kata Imam. Duta Sanitasi 2012 Illona Beatrix dalam kesempatan tersebut menceritakan pengalaman dan kegiatan-kegiatannya selama menjadi Duta Sanitasi 2012. Berbagai kegiatan telah ia lakukan seperti, sosialiasi melalui media televisi, sosialiasi di kampus, melakukan penggalangan buku-buku bekas dan bersama Menteri Kesehatan melakukan sosialisasi sanitasi dan hidup bersih.

“Saya pernah sosialisasi menggunakan pengeras suara dan keliling sekolah dengan meneriakkan dan mengajak untuk buang sampah pada tempatnya,” cerita Illona.

Tak ketinggalan, perwakilan dari SIKIB juga memberikan semangat kepada para Duta Sanitasi 2013. Mewakili SIKIB, Ibu Ratna Djoko Suyanto menantang kepada para peserta untuk membuat slogan dengan tema “Indonesia Bersih Sehat Ramah Lingkungan Rapi Indah” (Berserri).

“Kekuatan pesan yang nanti akan kita nilai. Kita akan pilih juara satu sampai tiga untuk mendapatkan hadiah dari SIKIB. Pokoknya akan ada hadiah menarik dari kita,” janji Ratna.

Selain talkshow, pelaksanaan Jambore Sanitasi hari pertama ini diisi juga dengan workhop. Materi workshop terdiri dari teknik presentasi dan tips meningkatkan kemampuan presentasi dan kepercayaan diri oleh Pakar PR Fonda Rafael. Selain itu, terdapat materi tentang membangkitkan kreativitas anak untuk peduli sanitasi yang disampaikan oleh Ketua Komnas Perlindungan Anak Kak Seto dan bagaimana mengenali potensi diri oleh Arief Rahman. (dvt)

sumber : http://www.pu.go.id

Duta Sanitasi Jumpa Ibu Negara

Para Duta Sanitasi bertemu dengan Ibu Negara Ani Yudhoyono dalam rangkaian Jambore Sanitasi 2013, Jumat (28/6) di Instana Negara, Jakarta. Acara Jambore Sanitasi telah diselenggarakan Ditjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum sejak tahun 2008. Dengan kegiatan tersebut, telah bentuk ratusan anak - anak Duta Sanitasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk 2013, terpilih 198 anak Duta Sanitasi 2013.

Ibu Negara didampingi Ibu Herawati Boediono dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengukuhkan Pemenang Duta Sanitasi 2013. Dalam acara itu juga diumumkan pemenang Lomba Slogan dan Lomba Karya Tulis. Turut hadir Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Menteri Lingkungan Hidup Bert Kambuaya, Wamen PU Hermanto Dardak, pengurus solidaritas istri kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) dan pejabat di lingkungan Ditjen Cipta Karya..

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dalam sambutannya menyampaikan tujuan jambore adalah meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap sanitasi untuk mempercepat perubahan melalui kampanye lewat anak-anak..

Jambore Sanitasi menyiapkan Duta-Duta Sanitasi tingkat Provinsi dan Nasional yang berkualitas, dan mampu menyampaikan pesan-pesan tentang sanitasi untuk meningkatkan kepedulian. Serta, perubahan perilaku masyarakat. Duta Sanitasi diharapkan menjadi Agen Perubahan yang bertugas melakukan penyuluhan baik di lingkungan rumah, sekolah, kabupaten atau kota, dan bahkan provinsi. Selanjutnya melalui Duta Sanitasi ini, diharapkan akan bisa menjadi berlipat-lipat jumlah anak serta masyarakat yang semakin peduli terhadap sanitasi..

"Disiapkan duta-duta sanitasi tingkat provinsi dan nasional yang akan menyampaikan sosialisasi mengenai sanitasi baik di sekolah maupun lingkungannya. Jika anak-anak yang menyampaikan kampanye peduli sanitasi akan lebih didengar " kata Djoko. Tema Jambore Sanitasi 2013, yaitu “Bersama Kita Peduli Sanitasi dan Air Minum”, menunjukkan pentingnya kerjasama antara sanitasi dan air minum. Serta sebagai upaya perlindungan air baku untuk ketersediaan air minum yang memenuhi persyaratan guna mewujudkan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan. Oleh karena itu, melalui Jambore Sanitasi, Pemerintah terus mengajak peran aktif masyarakat untuk terus menggemakan dan melanjutkan pembangunan sanitasi yang layak demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat..

Sementara itu, Ibu Negara berpesan agar para Duta Sanitasi terus melakukan penyuluhan ke daerah masing-masing. Serta memberikan laporan mengenai perubahan perilaku masyarakat berkehidupan yang bersih dan sehat..

Dari kunjungan ke Istana Negara, Para Duta Sanitas dan rombongan juga berkunjung ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. (ind).

www. pu.go.id Pusat Komunikasi Publik 280613

Menteri PU Buka Jambore Sanitasi 2013

Written By sigerus on Senin, 24 Juni 2013 | 24.6.13

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto secara resmi membuka rangkaian Jambore Sanitasi 2013, Senin (24/6) di Ancol Jakarta. Jambore Sanitasi 2013 atau yang ke lima ini diikuti sekitar 198 siswa/i SMP dari 33 provinsi. Tema yang diusung pada Jambore Sanitasi 2013 adalah "Bersama Kita Peduli Sanitasi dan Air Minum." Acara tersebut dihadiri pula oleh Dirjen Cipta Karya Imam S Ernawi, perwakilan dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup, Komisi V DPR RI dan SIKIB.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dalam sambutannya mengatakan, permasalahan sanitasi dan air minum tidak akan bisa ditangani hanya dengan penyediaan infrastruktur jika pola pikir dan pola tindak masyarakat masih belum berpola hidup bersih dan sehat. Namun, PU terus berupaya untuk terus meningkatkan pelayanan dan penyediaan infrastruktur sanitasi dan air minum di seluruh Indonesia. Serta, guna mencapai target MDG’s yakni target penyediaan sanitasi sebesar 62% dan target pelayanan air minum sebesar 68%.

Penyediaan akses sanitasi dan
air minum yang layak masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi pemerintah. Dari data BPS 2011, menunjukan akses sanitasi yang layak di Indonesia baru sebesar 55,6%. Padahal target MDGs untuk bidang sanitasi sebesar 62,41%. Dari target pelayanan akses air minum air minum sebesar 68,8% baru tercapai 55%. Sehingga masih sekitar 30 juta orang yang harus dilayani sanitasi dan air minum dalam satu – dua tahun ke depan.

Sementara itu, data lain dari UNICEF pada tahun 2011 tercatat masih sekitar 26% masyarakat masih buang air besar di tempat terbuka. Hal tersebut juga didukung dengan tingginya tingkat pencemaran air di Indonesia yang mencapai 76% dari 53 sungai di Pulau Jawa, Sumatra, Bali dan Sulawesi oleh bahan organik dan 11 sungai utama oleh bahan alumunium.

“Pencemaran sungai di Indonesia sudah cukup tinggi. Padahal air dari sungai utama ini yang digunakan untuk sumber air baku untuk air minum dengan konsekwensi biaya yang cukup mahal untuk pemulihan kualitas airnya. PU akan terus melakukan berbagai terobosan dalam upaya peningkatan penyediaan sarana dan prasarana sanitasi yaitu air limbah, persampahan, drainase serta air minum di seluruh indonesia,” ujar Djoko Kirmanto.

Untuk itu, penyediaan infrastruktur juga perlu didukung dengan pola hidup dan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat Indonesia. Kampanye perubahan perilaku secara nasional mutlak diperlukan. Salah satunya dengan Pemilihan Duta Sanitasi dalam Jambore Sanitasi yang terdiri dari anak-anak sekolah di seluruh Indonesia. Jambore Sanitasi 2013 diikuti oleh 198 siswa/i dari seluruh Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan duta sanitasi yang berkualitas dan mampu menyampaikan pesan-pesan sanitasi untuk meningkatkan kepedulian dan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat. Duta santiasi akan mendapatkan pengetahuan mengenai sanitasi, permukiman layak huni dan berkelanjutan, kesehatan, teknik presentasi, pengembangan kepribadian, kreativitas anak dan kegiatan lainnya.

Para duta sanitasi diharapkan dapat membantu memberikan penyuluhan kepada teman-teman, keluarga dan lingkungan agar setiap masyarakat di daerah peduli sanitasi dan berpola hidup bersih.

Menteri PU menambahkan, “Kami yakin masyarakat akan lebih tersentuh dan malu jika penyuluhan untuk mengubah pola pikir dan pola tindak hidup bersih dan sehat dilakukan oleh anak-anak. Para duta sanitasi juga menjadi agen pengenalan sanitasi ke daerah mereka masing-masing.”(ind)


sumber : http://www.pu.go.id

Peran Duta Sanitasi Harus Terus Berlanjut

Written By sigerus on Selasa, 18 Juni 2013 | 18.6.13

Peran Duta Sanitasi yang dibina Kementerian Pekerjaan Umum perlu berlanjut dengan menggandeng Pemerintah Daerah dan masyarakat. Keberlanjutan pesan-pesan sanitasi perlu terus dilakukan dengan memanfaatkan jejaring sanitasi di tingkat pusat dan daerah agar semua duta sanitasi dapat berkontribusi di daerah masing-masing.

Demikian diungkapkan Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Imam S. Ernawi dalam Public Corner Metro TV yang dipandu oleh Isyana Bagus Oka, Senin (17/6). Dia didampingi Duta Sanitasi Nasional 2012 Illona Beatrix Hendrata yang juga mengisahkan kontribusi dan perubahan perilaku yang dilakukannya bersama keluarga dan lingkungan.

“Sudah ada sekitar 1.000 duta sanitasi yang kami bina dalam lima kali penyelenggaraan Jambore Sanitasi. Sekali mereka menjadi duta sanitasi, peran duta sanitasi akan terus dituntut kapan saja,” kata Imam.

Dijelaskan, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya tahun 2013 ini untuk kelima kalinya sejak 2008 kembali mengadakan Jambore Sanitasi. Sejumlah 198 pelajar SMP se Indonesia sudah terseleksi dan akan menjalani pelatihan di Jakarta 23-30 Juni 2013. Sama seperti sebelumnya, setiap provinsi mengirimkan 6 duta yang terdiri dari 3 duta pemenang poster dan 3 duta pemenang karya tulis.

“Mereka dibekali keterampilan penyuluhan dan pengetahuan bidang sanitasi untuk berkomunikasi dengan lebih baik kepada siapapun. Mereka juga ditunjukkan dengan kondisi real lapangan,” tambah Imam.

Sementara Illona menceritakan pengelamannya sebagai Duta Sanitasi Nasional 2012. Dia selalu menjalin komunikasi dengan para duta sanitasi di tiap provinsi, melakukan penggalangan buku-buku bekas dan dikirimkan ke pihak yang membutuhkan, seperti yang pernah mereka berikan kepada salah satu sekolah di Kendari.

“Selain aksi reuse dengan pengumpulan buku, saya juga memberikan contoh kepada semua misalnya dengan menghabiskan makanan, mengambil makanan secukupnya, menghabiskan minuman yang diambil, dan lainnya,” kisah Illona. (bcr)

sumber : http://www.pu.go.id/ 
Pusat Komunikasi Publik 
180613

Djokir : Saya Bangga dengan Para Duta Sanitasi

Written By sigerus on Jumat, 14 Juni 2013 | 14.6.13

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto bangga dengan peran para duta-duta sanitasi dalam memkampanyekan pentingnya sanitasi kepada masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Djoko Kirmanto dalam wawancara dengan Majalah Sindo tentang pelaksanaan Jambore Sanitasi di Ruang Menteri PU, Kamis (13/6). Mendampingi Menteri PU dalam wawancara tersebut, Kasubdit Data dan Informasi Dit. Bina Program, Kasubdit Pengaturan dan Pembinaan Kelembagaan Dit. PPLP dan Kabag TU Menteri.

Menurut Djoko, ketika melakukan kunjungan ke lapangan, ia selalu mencari duta sanitasi provinsi daerah tersebut. Ia lalu bertanya kepada para duta sanitasi apa saja yang telah dilakukan para Duta Sanitasi selama ini.

"Ternyata banyak yang mereka lakukan, ada melakukan penyuluhan 3R, penyuluhan hidup bersih, bahkan ada juga duta sanitasi yang diminta menjadi penyuluh di sekolah lain," kata Djoko.

Djoko berharap, pelaksanaan Jambore Sanitasi 2013 kali ini dapat mencetak lebih banyak lagi duta-duta sanitasi Indonesia. Para duta ini diharapkan dapat menjadi agen informasi baik tentang teknologi sanitasi dan juga mengajarkan cara hidup bersih dan sehat.

"Jika anak-anak ini aktif terus melakukan penyuluhan, maka saya yakin Indonesia bersih bisa cepat tercapai," tambah Djoko.

Jambore Sanitasi 2013 ini adalah pelaksanaan jambore yang ke-6 sejak tahun 2008. Jambore Sanitasi sudah menciptakan sebanyak 680 duta sanitasi dan air minum dari siswa di
tingkat SMP. Dari 680 duta tersebut, sekitar 82 % sudah menerapkan konsep 3R (reduce, reuse, recycle) di sekolahnya masing-masing. Sekitar 70 % sudah mengampanyekan ke sekolah-sekolah lain. Sebanyak 48 % sudah ke tingkat kota dan kabupaten dan sebanyak 40 persen telah diwawancarai oleh sejumlah media. (dvt)

sumber : http://www.pu.go.id

PENERIMAAN DUTA SANITASI

Written By sigerus on Selasa, 11 Juni 2013 | 11.6.13

Sejumlah provinsi di Indonesia menggelar pemilihan Duta Sanitasi untuk siswa-siswi tingkat SMP. Para duta sanitasi di tingkat provinsi yang terpilih ini akan diadu kembali di tingkat nasional dalam ajang tahunan, Jambore Sanitasi, Juni 2013 mendatang. Kegiatan pemilihan Duta Sanitasi provinsi, yang merupakan bagian dari aktivitas kampanye perubahan perilaku sanitasi ini, juga dibarengi dengan pemancangan Gerakan Indonesia Berserri – Bersih, Sehat, Ramah Lingkungan dan Rapi (GIB) yang digawangi oleh Solidaritas Istri Kabinet Bersatu (SIKIB). Di Bali Provinsi Bali melalui Satker Dinas PU Provinsi Bali selaku leading sector dalam kegiatannya melakukan kunjungan lapangan ke Bank Sampah Sarana gathi Kelurahan Peguyangan, Minggu, 9 Juni 2013.

Perwakilan Pu Provinsi Bali sebagai pendamping, menyatakan pentingnya peranan anak dalam menjadi penggerak perubahan perilaku paling potensial. Dengan melibatkan anak dalam mengubah perilaku masyarakat, untuk peduli terhadap sanitasi dan kebersihan, secara otomatis dapat memberikan rangsangan pengaruh kepada lingkungannya. Melalui kegiatan ini, anak-anak kita ini merupakan agen sanitasi yang membantu mempercepat target yang kita canangkan bersama soal sanitasi,

Peserta yang terdiri dari Siswa-siswi SMP Se-Bali ini dengan antusias menyimak pemaparan dari Ria Wati selaku inisiator program clean n green di Kelurahan Peguyangan mengenai tata kelola persampahan dan bank sampah. Lurah Peguyangan pada kesempatan tersebut menyambut positif kunjungan dari Duta Sanitasi ini dan berharap anak-anak ini mampu mentransfer ilmu dan lebih peduli dengan lingkungan, sebab anak-anak merupakan kelompok berpengaruh yang paling terkena dampak dari penyehatan lingkungan permukiman sehingga kampanye dengan bertitik pusat pada anak-anak membentuk generasi baru yang peduli sanitasi.

“Masa kanak kanak memang masa yang paling tepat untuk menanamkan nilai kebaikan terutama kebersihan dan kesehatan,” demikian dikatakannya ketika memberikan arahan kepada peserta.

sumber : http://peguyangan.denpasarkota.go.id/

Ny. Ayu Pastika Buka Camp Sanitasi Bali 2013 Tingkat SMP

Written By sigerus on Sabtu, 08 Juni 2013 | 8.6.13

(Denpasar, 8 Juni 2013) Dalam rangka pelaksanaan program kampanye dan edukasi bidang penyehatan lingkungan pemukiman (PLP), Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum yang menggandeng Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) mengadakan kegiatan Camp Sanitasi Bali Tingkat SMP Tahun 2013, Sabtu (8/6). Kegiatan ini meliputi pemilihan Duta Sanitasi Bali 2013, Jambore Sanitasi dan Pemancangan Slogan Gerakan Indonesia BerSeRRi, dan mengambil tema "Bersama Kita Peduli Sanitasi dan Air Minum". Dalam Acara yang dilaksanakan di Hotel Inna Sindhu Beach ini, diikuti oleh 57 peserta yang berasal dari 18 SMP yang ada di 8 Kabupaten seluruh Bali.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Ayu Pastika yang membuka acara ini ini, menyambut baik dengan pelaksanaan kegiatan tersebut. "Saya menyambut baik dan mendukung pelaksanaan kegiatan ini dengan harapan kedepannya mampu untuk menyiapkan penyuluh sanitasi muda yang akan berperan aktif dalam pembangunan masyarakat peduli sanitasi secara berkelanjutaan", demikian dikatakan Ny. Ayu Pastika dalam sambutannya di hadapan para peserta. Ayu Pastika berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik sehingga nantinya mampu untuk memberikan contoh dan pengaruh betapa pentinganya sanitasi kepada keluarga teman dan lingkungannya mengingat peran anak muda sangat di butuhkan kedepannya dalam membangun Bali ini.

Semenetara itu menurut Ny. Etty Sjafrie Syamsudin yang merupakan perwakilan dari SIKIB dan juga merupakan Istri dari Wakil Menteri Pertahanan bahwa pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi media ekspresi bagi anak-anak dalam menyampaikan pesan kepada pemerintah dan masyarakat, khususnya untuk mendorong perubahan prilaku sanitasi yang lebih baik demi perlindungan terhadap kulaitas air mnum. Ditambahkan pula bahwa tema yang diambil dalam kegiatan ini didasarkan kepada tema peringatan Hari Air Dunia 2013 dimana diharapakan melalui kegiatan ini agar para peserta mampu untuk menjaga sanitasi minimal di keluarganya sendiri sehingga dengan demikian mampu untuk tetap menjaga keberadaan air bersih tersebut.

Kemudia acara dilanjutkan dengan Pemancangan slogan gerakan Indonesia Berserri di dua sekolah, yakni SMP Wisata Sanur dan SD Negeri 1 Pemecutan Denpasar.

sumber : http://www.birohumas.baliprov.go.id

PKK PEDULI SANITASI DAN KUALITAS ANAK KEPRI

Written By sigerus on Jumat, 07 Juni 2013 | 7.6.13

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepri, Ny Hj Aisyah Sani menyebutkan sanitasi dan kebersihan adalah kunci keberlangsungan hidup dan pertumbuhan anak. Sanitasi vital untuk kesehatan dan berkontribusi positif pada pembangunan sosial, mengurangi penyakit, meningkatkan gizi anak, meningkatkan daya tangkap anak sekolah dan menjaga kebugaran tubuh melalui pola hidup sehat.

Hal ini dikatanya Ny Hj Aisyah Sani saat membuka Jambore Duta Sanitasi Kepulauan Riau di Bintan Argo, Bintan, Senin (3/6/2013). Jambore ini diikuti pelajar SLTP se-Kepri, dari tujuh kabupaten kota, dengan fokus pada lomba poster dan karya tulis.

Aisyah berharap melalui lomba ini diharapkan anak-anak dapat memahami arti penting sanitasi dalam melibatkan dirinya akan perlunya kebersihan diri, toilet yang dipakai dan terawat, pengelolaan air dan air limbah serta promosi kesehatan yang semuanya bertujuan untuk memutus pemindahan bakteri.

Dalam kesempatan itu, hadir juga istri Wakil Menteri Perdagangan Yayi Bayu Krisnamukti, istri Wakil Menteri Perhubungan Lusi Bambang, Wakil Bupati Bintan Khazalik, istri Walikota Tanjungpinang Weni Lis Darmansyah, istri Bupati Bintan Dewi Komalasari Ansar dan Ketua Dharma Wanita Kepri Ny Hj Nani Nofiar Suhajar.

Ny Lusi Bambang, dalam kesempatan itu memberi penyuluhan tentang Gerakan Indonesia Berseri. Lusi menggambarkan bagaimana gerakan ini mulai berdiri yang dipelopori SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) atas prakarsa Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Sementara itu, Ny Yayi Bayu Krisnamukti menyebutkan Indonesia Berseri adalah agar masyarakat makin peduli dengan lingkungannya. "Lingkungan yang bersih, tanpa sampah, nyaman," kata Yayi.

Yayi minta agar para pelajar terus menunjukkan kemampuannya, sehingga bisa bersama-sama membantu mengubah prilaku. "Karena, kalian semua sudah jadi duta sanitasi," kata Yayi.

Kadis PU Kepri Heru Sukmono mengatakan ada pesan dan harapan secara luas, lewat poster dan karya tulis yang dihasilkan pelajar Kepri. “Diharapkan anak-anak dapat menyampaikan pesan mengenai harapan lingkungan terbaik, dengan harapan perubahan prilaku sanitasi masyarakat di kota dan desa,” kata Heru.

Jambore kali ini mengambil tema Bersama Kita Peduli Sanitasi dan Air Minum. Para pemenang nantinya akan mengikuti Jambore Sanitasi Nasional di Jakarta.

Duta Sanitasi Kepri dalam beberapa tahun terakhir menorehkan prestasi di level nasional. Duta Sanitasi Kepri 2010 Novi Asti Larasati mendapat Juara Favorit dan mendapat beasiswa dari Dirjen Cipta Karya. Duta Sanitasi 2011 Aisyah Amieni meraih Juara 2 Lomba Poster Tingkat Nasional dan Duta Sanitasi 2012 Ellen Emanuele mendapat Juara Harapan 2 Karya Tulis SIKIP pada Lomba Sanitasi Nasional 2012.

Melihat prestasi itu, Ny Hj Aisyah Sani pun mendorong dan memotivasi agar Duta Sanitasi Kepri tahun ini bisa meraih prestasi terbaik dalam Jambore Sanitasi Nasional 2013. "Semoga Duta Kepri dapat menorehkan prestasi yang gemilang di lingkup nasional," harap Aisyah.

Usai pembukaan, Ny Hj Aisyah Sani, Ny Yayi Bayu Krisnamukhti, Ny Lusi Bambang, Ny Hjj Nani Nofiar melakukan kunjungan ke SMP Negeri 17 Tuapaya, SMP Negeri 5 Bintan di Kawal dan SD Negeri 002 Toapaya.

Dalam kesempatan tersebut, Lusi Bambang Susanto, Yayi Bayu Krisnamukhti dan Ny Hj Aisyah Sani secara bersama-sama membuka backdrop Indonesia Berserri pada tiap sekolah. Lusi juga menyampaikan salam Ibu Negara dan menyerahkan bingkisan berupa buku-buku. (humas)

sumber : http://www.kepriprov.go.id

Aisyah Sani Buka Jambore Duta Sanitasi

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepri, Ny Hj Aisyah Sani membuka secara resmi jambore Duta Sanitasi Kepulauan Riau di Bintan Argo, Bintan, Senin (3/6). Jambore yang diikuti pelajar SMP se-Kepri tersebut sekaligus lomba poster dan karya tulis tentang sanitasi lingkungan dan air minum.

Kepala Dinas PU Provinsi Kepri selaku panitia, Heru Sukmoro menyampaikan, melalui agenda Duta Sanitasi dan Air Minum ini, peserta dari kalangan pelajar bisa mengaplikasikan ilmunya dalam hidup bermasyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Diharapkan anak-anak dapat menyampaikan pesan mengenai harapan lingkungan terbaik. Dalam upaya perubahan prilaku sanitasi masyarakat di kota dan desa.

“Pemerintah bangga dengan anak-anak Kepri yang ikut serta dalam pemilihan duta sanitasi dan air minum ini. Pemenang jambore dengan tema Bersama Kita Peduli Sanitasi dan Air Minum sekarang akan mengikuti ke tingkat nasional, di Jakarta,” ujar Heru.

Ketua tim penggerak PKK Provinsi Kepri, Aisyah Sani, mengatakan, sanitasi dan kebersihan merupakan kunci keberlangsungan hidup dan pertumbuhan anak.

Sanitasi vital untuk kesehatan dan berkontribusi positif pada pembangunan sosial, mengurangi penyakit, meningkatkan gizi anak, meningkatkan daya tangkap anak sekolah dan menjaga kebugaran tubuh melalui pola hidup sehat.

Aisyah berharap, melalui jambore dan lomba ini pelajar bisa memahami arti penting sanitasi dan terjun langsung dalam menjaga kebersihan diri, toilet, pengelolaan air minum dan air limbah guna antisipasi penyebaran bakteri.

Pembukaan jambore duta sanitasi dihadiri istri Wakil Menteri Perdagangan RI, Yayi Bayu Krisnamukti, istri Wakil Menteri Perhubungan Ny Lusi Bambang, Wakil Bupati Bintan Khazalik, Ketua PKK Bintan Dewi Kumalasari Ansar, Ketua PKK Tanjungpinang Weni Lis Darmansyah, Ketua Dharma Wanita Kepri Ny Hj Nani Nofiar Suhajar.

Ny Lusi Bambang memberikan penyuluhan tentang Gerakan Indonesia Berserri. Lusi menggambarkan bagaimana gerakan ini mulai berdiri yang dipelopori SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) atas prakarsa Ibu Negara Ani Yudhoyono. Sementara, Ny Yayi Bayu Krisnamukti berpesan tentang menciptakan Indonesia Berseri, agar masyarakat makin peduli dengan lingkungannya.

Sehingga lingkungan tetap bersih, tanpa sampah dan nyaman. Justru itu, pelajar diminta terus menunjukkan kemampuannya guna membantu perubahan prilaku ke arah hidup sehat.

Duta Sanitasi Kepri dalam beberapa tahun terakhir meraig prestasi di level nasional. Duta Sanitasi Kepri 2010 Novi Asti Larasati mendapat Juara Favorit dan mendapat beasiswa dari Dirjen Cipta Karya.

Duta Sanitasi 2011 Aisyah Amieni meraih Juara 2 Lomba Poster Tingkat Nasional dan Duta Sanitasi 2012 Ellen Emanuele mendapat Juara Harapan 2 Karya Tulis SIKIP pada Lomba Sanitasi Nasional 2012. Dari prestasi tersebut, Duta Sanitasi Kepri tahun ini bisa meraih prestasi terbaik dalam Jambore Sanitasi Nasional 2013.

Usai pembukaan, Ny Hj Aisyah Sani, Yayi Bayu Krisnamukhti, Lusi Bambang dan tim penggerak PKK Bintan meninjau lingkungan SMP Negeri 17 Toapaya, SMP Negeri 5 Kawal dan SD Negeri 002 Tuapaya. (fre)

SATKER PPLP MALUKU SELEKSI DUTA SANITASI PROVINSI TAHUN 2013

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bapak Ir. Ismail Usemahu, MT. membuka kegiatan Jambore Sanitasi provinsi Maluku yang berlangsung selama 3 hari di Swiss Bell Hotel Ambon, 3-5 Juni 2013 (Rabu 3/6).

Jambore ini diikuti oleh 100 peserta siswa tingkat pertama dari 10 kab/Kota di Maluku. Dari jumlah t
ersebut akan dipilih 6 Duta Sanitasi yang bertindak sebagai juru kampanye tingkat provinsi. Para peserta akan mengikuti kegiatan lomba karya tulis dan poster dan puncaknya adalah pemilihan Duta Sanitasi Provinsi Maluku Tahun 2013.

Ismail Usemahu mengatakan, “anak-anak merupakan segmen masyarakat yang paling terkena dampak dari buruknya sanitasi, serta merupakan kelompok yang memiliki potensi menjadi agen perubahan dalam masalah sanitasi. Maka pendidikan plp sejak dini menjadi sangat penting yaitu bagi siswa-siswa smp”. Ia menambahkan, kondisi sanitasi yang tidak mema
dai ini dapat menyebabkan pencemaran dan berakibat buruknya pada kualitas air. Buruknya kualitas air tersebut merupakan sumber penyakit, Hal ini, menurut beliau, memberikan pengaruh negatif terhadap kondisi kesehatan dan ekonomi Indonesia.

Pembukaan Jambore ini dihadiri perwakilan SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) Ibu Gusnawirta Fasli Djalal didampingi Kasi Pembinaan Kelembagaan Subdit Pengaturan dan Pembinaan Kelembagaan Direktorat PPLP Ibu Susi MDS Simanjuntak, Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku, Dharma Wanita Dinas Pekerjaan Umum Maluku, PKK Provinsi Maluku, PKK Kota Ambon

Dalam sambutannya ibu Gusnawirta Fasli Djalal menyampaikan “kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat Indonesia masih relatif tertinggal dibandingkan negara berkembang lainnya. Dalam rangka mengejar ketertinggalan tersebut, berbagai upaya terus dilakukan. Pada tahun 2012, Presiden SBY telah mencanangkan “Gerakan Indonesia Berserri” (GIB), yang dilaksanakan secara nasional untuk mewujudkan Indonesia yang Bersih, Sehat, Ramah lingkungan, Rapi, dan Indah”.

Pada hari yang sama Ibu Gusnawirta Fasli Djalal juga berkenan melakukan kunjungan ke SDN 2 Ambon dan SMPN 6 Ambon guna mencanangkan “Gerakan Indonesia BerSeRRi” yang bertujuan untuk menanamkan budaya ‘bersih itu sehat’kepada anak-anak sebagai agen perubahansejak dari usia dini dan dimulai dari lingkungan sekolah. Kedatangan Ibu Gusnawirta Fasli Djalal selaku perwakilan SIKIB ini disambut meriah oleh para siswa- siswi SDN 2 Ambon dan SMPN 6 Ambon dengan tarian khas Maluku. (ia.pplp)

Satker PPLP Sulbar Diseminasikan Keteknikan Bidang PPLP

Written By sigerus on Kamis, 06 Juni 2013 | 6.6.13

Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Desiminasi Keteknikan Bidang PLP bertema ‘Bersama Kita Peduli Sanitasi’. Acara ini dimeriahkan dengan iringan selayang pandang dari pemenang lomba duta sanitasi 2013, U’ri Handayani dan Welti Oktavia dari SMP Negeri 2 Mamuju, serta penampilan Seni Tari Tradisional Provinsi Sulawesi Barat.

Diseminasi diikuti oleh 40 peserta dari instansi unit satuan kerja Satker Randal, Satker PBL, Satker PKP, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas PU Bidang Cipta Karya Badan Lingkungan Hidup Provinsi dan instansi unit kerja kabupaten yang terkait di Provinsi Sulawesi Barat. Acara digelar di Mamuju, 2-5 Juni 2013, dan dibuka oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Sulawesi Barat, Ir. H. Ramli Hamid.

Dalam sambutannya, Ramli mengatakan, pelayanan prasarana dan sarana dasar PLP merupakan salah satu
kebutuhan dasar yang sangat penting bagi masyarakat yang harus dipenuhi. Dengan terpenuhinya ketersedian prasarana dan sarana PLP yang layak di suatu daerah akan meningkankan kualitas kehidupan masyarakat yang lebih baik.

“Maka dengan adanya kegiatan ini, stakeholder dan instansi yang terkait dapat mengaplikasikannya di daerah masing-masing, tentang pengelolaan, pemanfaatan sarana dan prasarana sampah, drainase, dan air limbah,” katanya.

Dalam acara desiminasi keteknikan bidang PLP ini materi yang diberikan antara lain Kebijakan Bidang PLP yang didalamnya mencakup tiga sub sektor yaitu persampahan, drenase dan air limbah.

Dalam sambutannya, Kepala Satuan Kerja PPLP, Rusli.ST, MM, mengatakan “dengan ditetapkannya Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 Pasal 22 tentang penyelenggaraan otonomi daerah yang mempunyai kewajiban untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan menyediakan Fasilitas Sosial dan Fasilitas umum yang layak. Sehingga kami selaku pemerintah bertanggung jawab atas penyedian sarana dan prasarana tersebut,” ungkap Rusli.

Dalam acara ini peserta yang sebanyak 40 orang akan dibagi menjadi 3 kelompok di ataranya kelompok persampahan, kelompok drenase dan air limbah yang akan dibimbing oleh tim pengajar pemateri oleh Kasatker PPLP, Rusli, ST, MM, Dr I Made Wahyuni Widyarsana. ST, MT, dari Akademik Teknologi Bandung, Ir Anton Juli Indarto, dari Universitas Tomakaka Mamuju, Muh Fajar, ST MSi Kepala Seksi Program & Perencanaan. UPTD Balai Wilayah Sungai Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Barat,dan Nurmiaty Zamad, ST MT dari Universitas Sulawesi Barat. (Ardink_RandalSulbar)


Sumber : http://ciptakarya.pu.go.id/v3/?act=vin&nid=1463