PALANGKA RAYA – Sanitasi yang meliputi bidang pelayanan persampahan, air limbah, dan drainase adalah bidang tugas yang masih relatif ketinggalan. Upaya penyediaan prasarana dan sarana sanitasi yang layak, masih memerlukan dukungan dari semua pihak.Pembangunan sanitasi bukanlah semata masalah infrastruktur yang memerlukan kelanjutan pengelolalan, namun juga diperlukan perubahan perilaku masyarakat, baik di perkotaan maupun perdesaan.
Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang dalam sambutan tertulis dibacakan Staf Ahli bidang Ekonomi dan Pembangunan, Berlin Sawal, mengemukakan hal tersebut ketika membuka Jambore Duta Sanitasi Kalimantan Tengah 2014 di J’s Lounge, Kalawa Boulevard, Jalan Tjilik Riwut Km 6,5 Palangka Raya, Kamis (24/4) pagi.
Harus diakui, kata Teras, masih banyak masyarakat yang kurang peduli terhadap sanitasi dan belum menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Data UNICEP pada 2011 menyebutkan, 26 persen penduduk Indonesia masih buang air besar sembarangan (BABS) di tempat terbuka seperti sungai.
Padahal air dari sungai-sungai utama inilah yang dipergunakan sebagai sumber air baku untuk air minum, sementara pemulihan kualitas air memerlukan biaya sangat mahal.
Di Provinsi Kalteng, menurut Teras, proporsi rumah tangga dengan akses sanitasi dasar tahun 2012 sebanyak 69 persen, sementara target MDG’s pada 2015 adalah 76,80 persen.
Kampanye perubahan perilaku secara Nasional, salah satunya direpresentasikan oleh anak-anak sekolah melalui kegiatan Jambore Duta Sanitasi. Dimana anak-anak dapat menjadi contoh sekaligus memberi pengaruh dan menyampaikan pesan akan pentingnya sanitasi kepada teman, keluarga, masyarakat dan lingkungan, adalah sesuatu yang positif.
Dikatakan, anak-anak sebagai aset Bangsa adalah bagian dari masyarakat yang paling rentan terkena dampak dari buruknya sanitasi, dan secara universal kesejahteraan anak merupakan kepentingan bersama.
Kondisi sanitasi yang tidak memadai akan menyebabkan pencemaran dan mengakibatkan buruknya kualitas air, yang merupakan penyebab utama berbagai penyakit diare, kolera, dan penyakit berbahaya lainnya.
Untuk itu diharapkan, Pemerintah Daerah agar dapat mengalokasikan dana yang berkelanjutan untuk kelanjutan program kampanye dan edukasi yang melibatkan anak-anak dalam mengampanyekan pentingnya sanitasi dalam rangka menciptakan lingkungan hidup sehat.
Karena pentingnya kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat, dalam kesempatan itu Teras mengajak masyarakat luas untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya kualitas kesehatan lingkungan, dengan mendorong peran serta stakeholder dalam pemenuhan layanan sanitasi yang berkualitas dan mendorong perubahan prilaku hidup yang bersih dan sehat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalteng Leonard S Ampung dalam laporannya disampaikan Ilbar P Senaboa, Kasatker PPLP pada Dinas PU Kalteng, mengatakan, Jambore Duta Sanitasi 2014 merupakan penyelenggaraan kelima sejak dicetuskannya kegiatan ini pertama kali pada tahun 2008 sebagai Tahun Sanitasi Internasional, bertujuan meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat akan sanitasi dalam rangka mendorong percepatan perubahan perilaku masyarakat melalui peran aktif anak-anak sebagai kelompok berpengaruh.
Dikemukakan, pelaksanaan Jambore Duta Sanitasi dari tahun ketahun menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Ditinjau dari jumlah kabupaten, pada tahun 2011 Jambore Duta Sanitasi diikuti oleh 72 anak dari 8 kabupaten/kota, pada tahun 2012 diikuti 105 anak dari 11 kabupaten/kota, dan meningkat menjadi 126 anak dari 11 kabupaten/kota pada 2013.
Sementara tahun 2014 ini, diikuti 116 anak dari 13 kabupaten/kota di Provinsi Kalteng. Satu kabupaten yang tidak mengikuti jambore tahun ini, dan juga tahun-tahun sebelumnya adalah Murung Raya.
Menurut Leonard, Jambore Duta Sanitasi merupakan kegiatan puncak dari kampanye publik mengenai sanitasi yang didahului kegiatan Lomba Poster dan Karya Tulis untuk memilih 6 Duta Sanitasi dari setiap kabupaten/kota se Kalteng, yang menjadi peserta Jambore Duta Sanitasi 2014 tingkat Provinsi Kalteng.
Kegiatan dilaksanakan 5 hari, yakni 23-27 April 2014, diikuti 116 orang, terdiri dari 78 siswa/siswi SLTP pemenang lomba karya tulis dan poster dari 13 kabupaten/kota, 38 siswa-siswi dari 19 SMP di Kota Palangka Raya dan 22 guru pendamping.
Jambore Duta Sanitasi mengangkat tema Menjaga Air dan Bijak Memanfaatkan Energi, Demi Masa Depan, mengingatkan semua pihak bahwa masa depan kualitas air akan sangat tergantung pada bagaimana menangani masalah sanitasi. ***/jsi
sumber : media.hariantabengan.com